Senin, 11 April 2016

GUNUNG LAWU ... SEKALI LAGI


GUNUNG LAWU .. sejujurnya kalo boleh saya hitung sudah berapa kali saya mengunjungi Gunung Lawu totalnya sudah 4 kali , yang pertama tahun 2005 , kedua 2008 , ketiga 2015 dan 2016.

Tahun 2016 ini saya kembali mengunjungi Gunung Lawu , kali ini saya bersama teman - teman dari Komunitas Google Pendaki Gunung yang anggotanya sudah mencapai ribuan dengan tersebar hampir di seluruh Indonesia.

Basecamp Gunung Lawu via Cemoro Sewu
(Koleksinya mba +Niswa 11 )
Para Pendaki Gunung Lawu
Travelmate kalo kata anak - anak sekarang mah
 +Hidayatul Ramadhann dan +Feni Tamziliani lagi nungguin PENTOL
Dari sebelah kiri (Saya , +Muhammad Nursusanto dan Bedul)
Foto bareng Mbak +Niswa 11 (Orang yang mengaku bukan FOTOGRAFER)
Katanya siih saya mirip NICHOLAS SAPUTRA
 kalo enggak mirip DWI SASONO hahahah

Puas mengambil gambar di depan Gerbang Cemoro Sewu , kami semua bersiap melakukan perjalanan yang kelak akan sangat melelahkan hahahahah ....

Perjalanan dari Gerbang Cemoro Sewu menuju POS 1 , kita akan melewati sebanyak 3 shelter / 3 bangunan yang diperuntukan untuk sekedar melepas lelah. Waktu yang ditempuh dari Basecamp menuju POS 1 sekitar 1 - 1,5 jam .. selamat berjuang bro !!

Area Cemoro Sewu
Shelter 1 yang nampak sudah roboh , kalo kata Mas +Arik Purnomo
"Ojo kaget Jak .."
Sendal Jepit - Sendal Swallow
Gua sipit kaya Andy Law
Shelter 2 tempat terbuka
Dari sebelah kiri ( +ahmad hanafi , +Hidayatul Ramadhann ,
Bedul , +Bijak Cendekia Soekarno dan +Arik Purnomo )
Sebelum sampai di POS 1 ada kalanya kita perlu nih mampir
ke SENDANG PANGURIPAN (2214 mdpl)
sebuah tempat keramat yang sekaligus salah satu sumber mata air di jalur ini
(Koleksinya justtriyadi.blogspot.com )
Sampai di POS 1 
Rehat Sejenak
+Arik Purnomo +Muhammad Nursusanto +Hidayatul Ramadhann 
+Hidayatul Ramadhann yang entah sedang memikirkan apa???
Mas +Arik Purnomo yang tengah menikmati rokoknya
+Niswa 11 yang sedang cek hasil gambar di kameranya
+Muhammad Nursusanto yang tengah berpose dengan manusia ganteng
kaya gua hahaha

Setelah puas melepas lelah dan  rehat sejenak di POS 1 , kami melanjutkan perjalanan menuju POS II ... jalur yang akan kita lewati ini coy ... makin lama makin menantang coy .. apalagi setelah melewati batu besar yang bernama WATU JAGO ..

WATU JAGO itu adalah sebuah batu yang bentuk fisiknya mirip dengan AYAM JAGO , WATU JAGO ini adalah tempat yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar.

Mas +Arik Purnomo terlihat "MENCURI NAPAS"
(Banguan yang dibawah itu namanya POS 1)
Lupa ini dimana xixixixiixix
eeh ada PAYUNG PINK gua , payungan dulu aah
Nah kalo batu gede ini namanya "WATU JAGO" 
Gagahnya WATU JAGO
sayangnya sekarang banyak "SENI YANG TAK BERTANGGUNG JAWAB"
menghiasi WATU JAGO
Sampailah kita di POS II (Watu Gedhe)
(Isi perut dulu coy)

Perjalanan dari POS II menuju POS III lumayan menguras tenaga di usia gua yang sekarang hehehehe , sehingga tak terasa kami tiba di POS III saat sang Mentari kembali ke Peraduan dan alhasil kita menginap di POS III sambil menunggu Kumandang Adzan Subuh.

Pos III ( 2800 mdpl )
(Koleksinya thoriqsy.wordpress.com )

Pagi sekitar pukul 06.00 wib , kami semua melanjutkan perjalanan dari POS III menuju POS IV (Watu Kapur) , perjalanan dari POS III menuju POS IV (Watu Kapur) biasanya ditempuh selama 1,5 - 2 jam , meninggalkan POS III menuju POS IV kita akan melewati sebuah jalur yang luar biasa melelahkan dengan kemiringan hampir 90 derajat yang bernama "ONDO RANTE"

Dan ada sebuah batu yang tersusun secara rapih seperti tangga , dan melewati sebanyak 40 anak tangga , sejujurnya dari dulu hingga sekarang jalur yang benar - benar menguras tenaga ialah dari POS III menuju POS IV .

ini yang namanya ONDO RANTE ,
sebuah jalur seperti tangga yang tersusun rapih dari POS III menuju POS IV (Watu Kapur)
(Foto ini saya ambil tepat di POS IV)
View ONDO RANTE dari POS IV (Watu Kapur)
POS IV (Watu Kapur)
jika beruntung kamu akan mendapatkan 2 lahan
ang cukup untuk mendirikan tenda
View POS IV (Watu Kapur)
View POS IV dari POS V
(Nampak beberapa tenda yang berhasil mendirikan tenda di POS IV)

Setelah berjibaku dengan ONDO RANTE dan teriknya POS IV (Watu Kapur) akhirnya sampai juga di POS V , naaah di POS V ini sekarang ada beberapa warung pelepas lelah yang berdiri disini , jadi bagi para PENDAKI yang manja .. gak usah kawatir .. tenang aja kalian bisa mendapatkan makanan kota favorit kalian disini.

Di POS V ini juga terdapat sumur yang dikeramatkan oleh penduduk sekitar namanya SUMUR JOLOTUNDO yang mempunyai garis tengah sekitar 3 meter , jiak ingin menemukan sumur tersebut kalian harus turun terlebih dahulu  sedalam 5 meter ,jangan lupa menggunakan tali dan lampu senter karena goa dan sumur tersebut dalam keadaan gelap

Konon katanya didalam sumur tersebut sering digunakan untuk bertapa dan digunakan guru - guru untuk memberi wejangan kepada murid - muridnya.

POS V (Jolotundo)
banyak warung yang siap memanjakan para pendaki yang sudah mulai lelah
maupun putus asa
Sumur Jolotundo
(Koleksinya http://negeriangin-negeriangin.blogspot.co.id/ )
Lokasi sekitar POS V (Jolotundo)

Selanjutnya mari kita melanjutkan perjalanan yang tinggal sedikit lagi , selepas POS V (Jolotundo) kita akan sampai di SENDANG DRAJAT , Sendang Drajat itu ialah sumber mata air yang memiliki garis tengah 2 meter dan memiliki kedalaman 2 meter. Di sekitar SENDANG DRAJAT terdapat warung dan 2 buah Goa dan bangunan untuk para peziarah.

Meskipun berada di puncak gunung sumber ini airnya tidak pernah habis atau keringwalaupun diambil terus menerus. Air sendang ini dipercaya dapat memberikan mukjizat bagi orang yang meminumnya . Juga terdapat bangunan yang berupa bilik - bilik untuk mandi , karena para peziarah disarankan untuk menyiram badanya dengan air sendang ini dalam keadaan ganjil.

Jalur menuju SENDANG DRAJAT
(Diambil dari POS V Jolotundo)
Bedul nampak lelah  di jalur menuju SENDANG DRAJAT
Pose dulu dull....
ini yang ngambil gambarnya mbak +Niswa 11
keren yaak , katanya sih dia bukan FOTOGRAPHER
Sesampainya di SENDANG DRAJAT
Mas +Arik Purnomo dan bedul nampak melepas lelah di depan SENDANG DRAJAT
SENDANG DRAJAT dan bangunan yang sering digunakan oleh para peziarah
Salah satu tempat tepat disamping SENDANG DRAJAT
yang sering digunakan oleh Para Peziarah Gunung Lawu
Saya sedang mempraktekan gerakan yang sering dilakukan
oleh para Peziarah Gunung Lawu
Tulisan Huruf PALLAWA / Tulisan huruf Jawa yang  terdapat di atas SENDANG DRAJAT
yang sampai sekarang tak kumengerti arti dari tulisan tersebut
Mbak +Lulukimutz1234 Suryanti tengah mengambil air
di SENDANG DRAJAT
Goa di sekitar SENDANG DRAJAT
Goa di sekitar SENDANG DRAJAT
Goa di sekitar SENDANG DRAJAT
Goa di sekitar SENDANG DRAJAT
Terlihat tenda kami sayup - sayup memanggil hehehe
+Hidayatul Ramadhann dan +ahmad hanafi
 tengah asyik bersantai menikmati kopi siang itu , sambil ngobrol ngalor ngidul

Setelah lelah ngobrol , becanda dan mendirikan tenda .. akhirnya kamipun melakukan ritual sore itu yaitu makan - makan bareng , karena diam - diam ada yang ulang tahun coy .. namanya +Hidayatul Ramadhann hahahah selamat ulang tahun bro .. !!!

Dalang dibalik keseruan Ulang Tahunya +Hidayatul Ramadhann
(Dari kiri mas +Arik Purnomo , +Niswa 11 dan +Feni Tamziliani ) 
Mas +Arik Purnomo , mba +Niswa 11
+Feni Tamziliani dan +Muhammad Nursusanto 
Anak - anak ayo ngumpul ... kita makan - makan
+Arik Purnomo , +ahmad hanafi , +Feni Tamziliani , +Hidayatul Ramadhann ,
+Lulukimutz1234 Suryanti , +Muhammad Nursusanto , bedul dan mas iwan
Bersama SENJATA ANDALAN
This Is INDONESIA
(Dari kiri : +Muhammad Nursusanto , saya dan mbak +Niswa 11 )
Menanti Sore
(Koleksinya mba +Niswa 11 )
Selebrasi bersama +Muhammad Nursusanto
(Koleksinya mba +Niswa 11 )

Sore itu makan - makan menjadi penutup kita setelah seharian berjuang berjalan menyusuri bebatuan Cemoro Sewu , malamnya kami ditempa badai , kabut dan dingin yang menusuk tulang (LEBAY YA ..BIARIN DAH HAHAHAHA), kamipun berisitirahat semaksimal mungkin untuk melanjutkan perjalanan keesokan paginya.

Perjalanan kami selanjutnya adalah menuju ke Mbok Yem , Hargo Dalem , Rumah Botol , dan Puncak Hargo Dumillah , dan tepat di depan Warung Tertinggi di Jawa tersebut , kami bertemu dengan anggota KPG juga disini .. namanya Bang +padly endlesslove , menurut cerita beliau ini sudah 2 kali ke Gunung Lawu , tapi yang pertama gagal , kedua berhasil deh .. (mangkanya bang ... perut jangan digedein hihiiihihhi)

Ini dia yang bernama Bang +padly endlesslove
(Si Perut Buncit dari Tangerang hahahaha)
Dari kiri ke kanan ( mba +Niswa 11 , +Muhammad Nursusanto , Bang +padly endlesslove
Mas +Arik Purnomo dan +Feni Tamziliani )
Mampir dulu aah di Mbok Yem ,
 (kayak lagi musuhan ye ama Bang +padly endlesslove bahhahaha)
Hargo Dalem - Petilasan Prabu Brawijaya V
(Koleksinya mba +Niswa 11 )
Rumah Botol
Nungguin Kabut kebuka hehehe bersama +Muhammad Nursusanto 
Sesampainya di PUNCAK HARGODUMILAHFoto dulu bersama bintang tamu
(BEDUL dan +Muhammad Nursusanto )
Di Puncak Hargodumillah
Senangnya bisa sampai disini rame - rame
"SALING UNJUK TEMAN SEPERJALANAN"
+Feni Tamziliani , mbak +Niswa 11 , mba +Lulukimutz1234 Suryanti 
Dibelakang saya TELAGA KUNING
foto waktu saya masih gondrong hehehe
Sedang menjelaskan TELAGA KUNING kepada +Muhammad Nursusanto 
Berasa kaya di sampul film hihih

Setelah semuanya berhasil sampai di PUNCAK HARGODUMILAH - GUNUNG LAWU yang mempunyai ketinggian 3.265 mdpl , akhirnya kamipun turun dan pulang dengan cerita masing - masing , pulang dengan kegembiraan yang luar biasa. Cape memang sudah menjadi salah satu resikonya namun inilah pendakian , dimana dalam melakukan pendakian terdapat pelajaran yang harus kita petik dalam setiap perjalananya.

Terima kasih Gunung Lawu , atas kesempatanya kepada kami yang telah mengizinkan kami untuk bisa berdiri dan merasakan lelahnya menggapai puncakmu.

Terima kasih Gunung Lawu yang seolah telah meremajakan kembai usiaku yang tak lagi muda ini 

Terima kasih Gunung Lawu atas semuanya , atas semua pengalaman dan pelajaran yang telah engkau berikan , entah kapan lagi bisa menggapai puncakmu ... kapanpun jika usia ini masih panjang aku akan kembali mengunjungimu.

             ====== BIJAK CENDEKIA SOEKARNO ======



         G      A      L      E      R      I        F      O      T      O
         koleksinya +Niswa 11 dan +Bijak Cendekia Soekarno 

















































                  















                    ====== Gunung Lawu 3.265 mdpl ======









































Minggu, 20 Maret 2016

RUMAH SANG LAKSAMANA MUDA


Sahabat Sejarah ...
Seperti yang kita ketahui Masa pendudukan Jepang di Indonesia dimulai pada tahun 1942 dan berakhir pada tanggal 17 Agustus 1945 seiring dengan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Soekarno dan Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia.

Namun di balik semua perjuangan yang telah dilakukan oleh para pejuang terdahulu , ternyata ada kisah yang menarik yang harus kita ketahui nih  teman - teman , Pada malam sebelum tanggal 17 Agustus 1945 seperti yang kita ketahui Bung Karno dan Bung Hatta diculik oleh Golongan Pemuda yang membawa ke dua tokoh besar ini menuju Rengasdengklok 

Para pemuda berharap besar kepada dua tokoh tersebut untuk segera memproklamirkan kemerdekaan Indonesia , karena Jepang sudah kalah perang , dan pemuda tak ingin Bangsa ini seolah diberikan kemerdekaan oleh Jepang jika tak disegerakan memproklamirkan kemerdekaan.

Namun Bung Karno dan Bung Hatta tak mau gegebah , akhirnya setelah Peristiwa Rengasdengklok rombongan Bung Karno dan Bung Hatta segera kembali ke Jakarta sekitar pukul 23.00 WIB pada tanggal 16 Agustus 1945. Semula tempat yang dituju adalah Hotel des Indes , tetapi tidak jadi karena pihak hotel tidak mengizinkan kegiatan apapun selepas pukul 22.30 WIB .

Akhirnya Achmad Soebardjo membawa rombongan menuju rumah Laksamana Maeda di jalan Imam Bonjol No.1 . Setelah tiba di jalan Imama Bonjol Bung Karno dan Bung Hatta diantar oleh Laksamana Maeda menemui Gunseikan (Kepala Pemerintahan Jepang) Mayor Jenderal Hoichi Yamamoto . Akan tetapi Gunseikan menolak menerima Bung Karno dan Bung Hatta pada tengah malam.


Segala macam telah ditempuh hingga akhirnya Rombongan pun kembali ke Rumah Laksamana Maeda , setelah berbicara sebentar dengan Bung Karno , Bung Hatta dan Achmad Soebardjo maka kemudian Laksamana Maeda minta izin untuk beristirahat dan mempersilahkan para pemimpin Indonesia berunding di rumahnya .

Para nasionalis telah berkumpul di Rumah Maeda untuk merumuskan teks Proklamasi. Kemudian di ruang makan Maeda dirumuskanlah naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia . Saat peritiwa penting itu Maeda tidak hadir , tetapi Miyoshi sebagai kepercayaan Nishimura bersama Sukarni , Sudiro dan B.M Dhiah menyaksikan Bung Karno , Bung Hatta dan Achmad Soebardjo membahas perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.

=========================================================

Pada tanggal 20 Maret 2016 saya kembali mengunjungi Rumah Sang Laksamana Muda tersebut untuk kesekian kalinya, Laksamana Muda itu bernama Maeda Tadashi yang lahir pada tanggal 3 Maret 1898 dan Meninggal pada tanggal 13 Desember 1977) Beliau adalah perwira tinggi Angakatan Laut Kekaisaran Jepang di Hindia Belanda pada masa Perang Pasifik. 

Selama pendudukan Indonesia di bawah Jepang , beliau menjabat sebagai Kepala Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat Tentara Kekaisaran Jepang . Laksamana Maeda memliki peran cukup penting dalam kemerdekaan Indonesia , beliau mempersilahkan kediamanya yang beralamt di jln.Imam Bonjol no.1 Jakarta Pusat sebagai tempa penyusunan naskah Proklamasi oleh Bung Karno , Bung Hatta dan Achmad Soebardjo ditambah Sayuti Melik sebagai juru ketik. Selain sebagai tempat perumusan Naskah Proklamasi beliau juga menjamin keamanan dan keselamatn para pemimpin bangsa. Kini bekas kediaman Sang Laksamana Muda Maeda beralih fungsi menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi.

Rumah Laksamana Maeda yang kini beralih fungsi menjadi
Museum Perumasan Naskah Proklamasi
(Model by : +Widia Astuty )

Memasuki pintu masuk kita mengisi buku tamu dan membayar hanya 2.000 rupiah per orang , sungguh murah bukan ?? Dengan harga yang sangat murah itu kita mendapatkan ilmu dan pengetahuan tentang Sejarah Bangsa.

Tiket Masuk Museum Perumusan Naskah Proklamasi

Setelah membayar tiket masuk , saya pun segera menuju ruangan yang cukup luas dimana disebelah kiri adalah Ruang tamu pada saat Laksaman Maeda menerima Bung Karno, Bung Hatta dan Achmad Soebardjo di rumahnya.

Meja dan Kursi di ruang tamu inilah dulunya tempat di mana Laksamana Maeda
menerima Bung Karno - Bung Hatta dan Achmad Soebardjo
(Koleksinya : www.indonesiakaya.com )

Ruang Tamu Rumah Laksamana Maeda yang kini berubah menjadi
Museum Perumusan Naskah Proklamasi
( Koleksinya : jakartabytrain.com )

Jika kita dari pintu masuk menoleh ke arah kanan maka kita akan menemukan pemandangan sebuah meja panjang dengan beberapa kursi yang menurut catatan sejarah adalah bekas sebagai ruangan diplomasi antara Indonesia dan Belanda pasca kemerdekaan Republik Indonesia.






Suasana di Museum Perumusan Naskah Proklamasi
( Koleksinya : www.indonesiakaya.com )

Dan jika dari pintu masuk kita akan melihat B.M Dhiah yang sedang mengawasi Sayuti Melik yang sedang mengetik teks Proklamasi.

Sebuah Piano sebelum menuju Ruangan Diorama
Yang menggambarkan B.M Dhiah dan Sayuti Melik
Konon piano inilah tempat Bung Karno dan Bung Hatta menandatangani Naskah Proklamasi
(Koleksi : +Bijak Cendekia Soekarno )

Dari kiri ke kanan
(B.M Dhiah - Saya dan Sayuti Melik : Juru ketik Teks Proklamasi)
(Koleksi : +Bijak Cendekia Soekarno )

Dan dari ruangan B.M Dhiah dan Sayuti Melik agak bergeser sedikit kita akan melihat Bung Karno - Bung Hatta dan Achmad Soebardjo sedang merumuskan teks proklamasi di Ruang Makan Rumah Laksamana Maeda dan melihat sebuah Spanduk besar bertuliskan Proklamasi .



Di ruang makan inilah Bung Karno - Bung Hatta dan Achmad Soebardjo
merusmuskan naskah Proklamasi
( Koleksi : +Bijak Cendekia Soekarno )

Sebuah Spanduk besar bertuliskan Proklamasi
( Model : +Widia Astuty )

Setelah puas melihat Diorama yang menggambar situasi pada malam itu , sekarang mari kita menuju lantai dua , tempat dimana Laksamana Maeda beristirahat , untuk menuju lantai dua dari Bekas rumah Laksaman Maeda ini kita akan melewati Tangga yang mempunyai ornamen cukup bagus dijamanya , dan masih terawat hingga kini.

Menuju Lantai dua
( Model : +Widia Astuty )

Ornamen yang sangat cantik
( Model : +Widia Astuty )

Saya sedang menikmati tiap anak tangganya
( Model : +Bijak Cendekia Soekarno )

Dan tibalah kita di Lantai dua , Lantai dimana Laksamana Maeda beristirahat , di lantai dua ini kita akan menjumpai barang - barang peninggalan tokoh tokoh terkenal pada saat itu  lho teman - teman , serta beberapa kamar mandi dengan desain lawasnya .

Harian Indonesia keluaran tanggal 16 Desember 1948
( Koleksi : +Bijak Cendekia Soekarno )

Patung Sutan Syahrir
( Koleksi : +Bijak Cendekia Soekarno )

Saya lupa apa ini namanya , tapi ini adalah cetakan sablon
( Koleksi : +Bijak Cendekia Soekarno )

Lampunya cantik ... Klasik sekali
( Koleksi : +Bijak Cendekia Soekarno )

Barang Peninggalan Abdul Hamidham yang tersisa dan masih terawat
hingga kini.
( Koleksi : +Bijak Cendekia Soekarno )

Salah satu Kamar Mandi yang berada di Lantai 2
( Model : +Bijak Cendekia Soekarno )

Saya diantara Soekarno kecil dan Soekarno Tua
( Model : +Bijak Cendekia Soekarno )

Duduk diantara Jendela besar menuju Balkon
( Model : +Widia Astuty )

Bergeser sedikit kita akan melihat jendela - jendela besar dan view nya langsung menuju ruas jalan Imam Bonjol , berada di balkon dan berdiri di jendela yang berada di lantai dua ini sungguh sejuk , dan seolah saya merasakan masa - masa lampau , saya juga merasakan betapa nikmatnya Laksamana Maeda beristirahat di lantai dua ini.

Merasakan angin yang sepoi sepoi
( Model : +Bijak Cendekia Soekarno )

Sejuk bisa berdiri disini
( Model : +Widia Astuty )

Sambil memandang macetnya jln.Imam Bonjol
( Model : +Widia Astuty )

Sekian kisah perjalanan saya menuju Rumah Laksamana Maeda , Seorang Jepang yang rela memijamkan rumahnya untuk Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia , sudah saatnya kita Generasi Penerus Bangsa menghargai Jasa Para Pahlawanya dan belajar Sejarah Bangsa ini , akhir kata saya hanya bisa berkata MERDEKA .. MERDEKA .. MERDEKA .. MERDEKALAH UNTUK SELAMA - LAMANYA #JasMerah !!





GALERI FOTO















===========================================