Minggu, 10 Januari 2016

BECAK : SI RODA TIGA YANG "DIKAMBING HITAMKAN"

Saya mau tamasyaBerkeliling keliling kotaHendak melihat-lihat keramaian yang adaSaya panggilkan becakKereta tak berkudaBecak, becak, coba bawa saya
Saya duduk sendiri sambil mengangkat kakiMelihat dengan asyikKe kanan dan ke kiriLihat becakku lariBagaikan tak berhentiBecak, becak, jalan hati-hati
Bagi Generasi 90an tentunya sudah tak asing lagi dengan sebuah lirik lagu diatas dong, yuupp tepat sekali itu adalah lirik dari sebuah lagu yang sempat wara - wiri di telinga kita saat kita masih kecil . Lagu itu berjudul BECAK .
Lagu HAI .. BECAK diciptakan oleh Ibu Sud dan sempat dinyanyikan oleh salah satu Penyanyi Cilik bernama Mega Utami.

Ibu Soed
Pencipta Lagu Hai Becak
Penyanyi Cilik
Mega Utami yang menyanyikan lagu Hai Becak
                                                                        *****


Video Lagu Hai Becak Dinyanyikan oleh : Penyanyi cilik Mega Utami(Koleksinya Youtube)
*****

Becak di Jaman Kolonial Belanda

Becak adalah salah satu dari alat transportasi yang pernah ada di Indonesia , (khusus untuk Jakarta agaknya mulai jarang terlihat hehehe) . Becak juga bisa disebut kendaraan beroda 3 yang digerakan oleh tenaga manusia , dengan masing - masing roda yang terdapat di sebelah kanan - kiri dan belakang dan dibagian atas terdapat terpal yang akan melindungi penumpang dari terik panas dan hujan, sedangkan si Pengemudi nya berada di belakang sambil mengayuh dan mengemudikan becak tersebut. Selain bisa mengangkut manusia sebagai penumpang , Becak juga bisa mengangkut hewan / barang - barang , dan Becak bisa juga disebut kendaraan yang potensial.

Becak pertama kali masuk di Batavia sekitar tahun 1940 , tak jelas juga kapan pertama kali becak bisa tiba di Indonesia, menurut sumber yang pernah saya baca di ( https://id.wikibooks.org/wiki/Profil_Becak_di_Indonesia/Sejarah_perkembangan_becak_di_Indonesia#cite_note-4 ) , disitu tertulis LEA JELLANIK bahwa becak didatangkan ke Batavia dari Singapura dan Hongkong pada tahun 1930.

Jawa Shimbun terbitan 20 Januari 1943 menyebutkan becak dari Makassar ke Batavia akhir tahun 1930an , berita ini diperkuat dengan ditemukannya catatan perjalanan seorang wartawan Jepang yang melakukan perjalanan ke berbagai daerah di Indonesia , salah satunya Makassar.

Penarik Becak di Kota Medan tahun 1936

Salah satu catatan yang memperkuat tentang info becak , adalah catatan yang berjudul "PEN TO CAMERA" terbitan tahun 1937 disebutkan disitu bahwa "Becak ditemukan oleh orang Jepang yang tinggal di Makassar bernama SEIKO - SAN yang memiliki Toko Sepeda , karena penjualan sepeda saat itu mengalami kemerosotan , akhirnya SEIKO - SAN memutar otak dan terciptalah Becak "

Setelah berkembang di Batavia , becak pun kemudian berkembang ke Surabaya. Di tengah benturan Perang dan Alat Transportasi lain yang tengah berkembang , Becak tetap bertahan ..hingga pada akhirnya di pertengahan hingga akhir tahun 1950 tercatatat ada sekitar 25 - 30.000 becak di Jakarta . 

Pada tahun 1966 jumlah becak semakin membengkak dan pada tahun 1966 jumlahnya semakin bertambah dengan total 160 ribu becak. Pada masa Pemerintahan Gubernur DKI Jakarta ALI SADIKIN saat itu mengeluarkan aturan larangan angkutan dengan mengenai tenaga manusia, dalam hal ini ialah Membatasi beroperasinya becak dan mengadakan razia di daerah bebas becak. 

Gubernur selanjutnya semakin genjar untuk menumpas Becak dari wajah Jakarta ,Becak "DIKAMBING HITAMKAN" dituding sebagai biang kemacetan di Jakarta , dianggap sebagai Angkutan yang ketinggalan zaman dan tidak manusiawi. Becak juga menemui babak baru dalam hidupnya , dalam hal ini becak harus berhadapan dengan musuhnya atau pesaingnya di dunia transportasi yang baru yaitu BemoBajaj , Helicak , Ojek motor , Mikrolet dan Metro mini  sebagai alat transportasi baru pada saat itu .

Becak yang beroperasi di Depan Kedutaan Ingris
Jakarta tahun 1986

Nasib sang Pengemudi kemudian mau tak mau harus berkhianat dengan berpindah profesi sebagai salah satu pengemudi di alat transportasi yang baru seperti : Bemo , Bajaj , Helicak , Ojek Motor , Mikrolet dan Metro mini ,sejak Pemerintah menggaruk dan membuang becak - becak tersebut ke Teluk Jakarta yang konon katanya akan sebagai Rumpon atau Rumah Ikan.

Becak yang telah menafkahi orang - orang tua terdahulu kini telah musnah , Becak yang sempat di gunakan oleh Meneer dan Noni di Jaman Kolonial kini telah hilang di telan ombak di Teluk Jakarta.

Orang - Orang Belanda sedang mengayuh
dan menjadi penumpang di salah satu becak

Pada suatu hari saya tak sengaja melihat salah satu berita di chanel Youtube saya , video tersebut menberitakan bahwa di Negeri Belanda sana ada salah satu warga Belanda yang mempunyai becak dan mengayuhnya di salah satu pantai di Negeri Belanda. Jika di Indonesia Becak dituding sebagai Biang Kemacetan - Maka di Belanda dijadikan sebagai transportasi wisata .Berikut videonya :

Video Ekstitensi Si Roda Tiga yang pindah ke Negeri Belanda
Koleksinya Youtube
 

Salah satu Cuplikan video Pemilik Becak di Belanda

Becak mungkin memang bukan Alat Transportasi milik Bangsa Indonesia , tapi justru di Indonesia si roda tiga ini berkembang pesat dan dicintai oleh rakyatnya sebagai Alat Transportasi yang potensial . 

Di Indonesia pula sejarah demi sejarah telah dilewati oleh si roda tiga ini , bahkan STIGMA masyarakat tentang BECAK sudah barang tentu melekat sekali dengan INDONESIA bahkan Pemerintah pun sempat dibikin kewalahan saat itu .

Semoga dengan pindahnya Becak di Belanda nun jauh disana bisa mendapatkan hidup yang layak dan dan setidaknya lebih dihargai. Dan semoga saja Pemerintah Indonesia sadar bahwa setidaknya Becak pernah berjaya di Tanah Air.

Becak sejatinya adalah gambaran dan potret diri tentang Sejarah Transportasi yang pernah ada di Indonesia , yang pernah menghiasi tiap sudut desa dan sudut jalanan Ibu Kota di masa lampau , tidak akan ada lagi pemandangan si pengemudi becak yang mengibaskan topi anyamanya sambil menyeka keringat dan tertidur di atas becaknya.

POTRET SI RODA TIGA DI MASA LALU





Petinju Muh.Ali berkunjung ke Indonesia tahun 1973
dengan menggunakan becak

Potret kehidupan Becak di Jakarta tempoe doeloe


Pengemudi Becak dan Becaknya


*****

















Mr.ASSAAT : PRESIDEN YANG TERLUPAKAN (2)


Jika ada pertanyaan .. ada berapakah jumlah Presiden yang ada di Indonesia? tentu saja sudah pastinya rata - rata akan menjawab :

1) Ir.Soekarno
2) Soeharto
3) B.J.Habibie
4) Abdurahman Wahid (GUS DUR)
5) Megawati Soekarno Putri
6) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)
7) Joko Widodo (JOKOWI)

Namun apakah ada yang tau , bahwa sebenarnya Indonesia mempunyai Presiden berjumlah 9 , lho kenapa berjumlah 9? Lalu dimana dan siapa 2 Orang Presiden yang belum disebutkan?

Dibalik pengetahuan masyarakat tentang Indonesia yang mempunyai 7 Presiden itu , kali ini saya akan membahas dan siapakah kedua Presiden itu?

Dua Presiden itu / dua tokoh itu adalah (1) Mr.Sjafruddin Prawiranegara dan (2) Mr.Assaat , kedua tokoh itu tercatat dan diketahui bahwa mereka pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia , namun dewasa ini tak banyak yang tau tentang kedua tokoh tersebut , entah apakah mereka TERLUPAKAN atau DILUPAKAN secara sengaja??

Sebelum saya menulis ini , beberapa hari yang lalu saya telah membahas tentang Mr.Sjafruddin Prawiranegara : Presiden Yang Terlupakan , dan kali ini saya akan membahas tokoh kedua yang sempat juga menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.

Mr.Assaat

Beliau adalah Mr.Assaat , lahir di Sumatera Barat pada tanggal 18 September 1904 beliau adalah seorang politisi dan termasuk pejuang Kemerdekaan Indonesia. Menurut rentetan Sejarah Indonesia , beliau pernah menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia pada saat masa Pemerintahan Republik Indonesia di Jogjakarta (27 Desember 1949 – 15 Agustus 1950) , selain itu beliau juga tercatatat pernah menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri Indonesia (6 September 1950 – 27 April 1951)

Pada tanggal 27 Desember 1949 di Den Haag - Belanda , tempat ditandatanganinya Perjanjian Konfrensi Meja Bundar (KMB) , memutuskan bahwa Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS) . RIS adalah Republik Indonesia Serikat, dan perlu diketahui RIS Bukanlah Republik Indonesia , RIS adalah negara yang berbentuk federal dengan terdiri 16 negara bagian seperti :

1) Negara Republik Indonesia
2) Negara Pasundan
3) Distrik Federal Jakarta
4) Negara Jawa Timur dll

Wilayah yang berdiri sendiri (Otonom)

1) Jawa Tengah
2) Kalimantan Barat
3) Dayak Besar
4) Daerah Banjar dll

Konferensi Meja Bundar dan Pengakuan Kedaulatan
Suasana pada saat Konferensi Meja Bundar (KMB) di Den Haag 23 Agustus - 2 November 1949
antara Perwakilan Republik Indonesia Serikat dan BFO (Bijeenvoor Federal Overlagg)
Suasana Konferensi Meja Bundar (KMB) / Ronde Tafel Conferentie

Konferensi secara resmi ditutup di Gedung Parlemen Belanda pada 2 November 1949. Kedaulatan diserahkan kepada Republik Indonesia Serikat pada 27 December 1949.[11] Isi perjanjian konferensi adalah sebagai berikut:


  1. Keradjaan Nederland menjerahkan kedaulatan atas Indonesia jang sepenuhnja kepada Republik Indonesia Serikat dengan tidak bersjarat lagi dan tidak dapat ditjabut, dan karena itu mengakui Republik Indonesia Serikat sebagai Negara yang merdeka dan berdaulat.
  2. Republik Indonesia Serikat menerima kedaulatan itu atas dasar ketentuan-ketentuan pada Konstitusinja; rantjangan konstitusi telah dipermaklumkan kepada Keradjaan Nederland.
  3. Kedaulatan akan diserahkan selambat-lambatnja pada tanggal 30 Desember 1949

Dari hasil KMB menetapkan bahwa Ir.Soekarno dan Drs.Moh Hatta sebagai Presiden dan Perdana Menteri RIS , yang secara otomatis bahwa telah terjadi kekosongan pimpinan di Republik Indonesia. Padaa saat itu ditunjuklah Mr.Assaat sebagai Pemangku Jabatan sementara Republik Indonesia , peranya sangat - sangat penting , karena jika saat itu Mr.Assaat tidak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia , mungkin Republik Indonesia sampai sekarang tidak pernah ada.

 Sultan Hamid II (Pemimpin Delegasi RIS) dan Drs Mohammad Hatta (Perdana Menteri RIS) tanggal 27 Desember 1949. 
Drs.Moh Hatta (Delegasi RIS) di tengah suasana KMB
Drs.Moh Hatta (Delegasi RIS)
Nampak Ratu Yuliana bersebelahan dengan Drs.Moh Hatta
Drs Mohammad Hatta (Perdana Menteri RIS)
dan 
Ratu Juliana (Tuan Rumah)

Video Suasana Konferensi Meja Bundar 
di Den Haag - Belanda

                                       

Selepas KMB , banyak dari negara - negara bagian RIS menginginkan untuk kembali Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang sehingga pada akhirnya bergabung ke Republik Indonesia yang saat itu dipimpin oleh Mr.Assaat , lalu kemudian terjadilah kerja sama antara Republik Indonesia dengan RIS yang menghasilkan sebuah kesepakatan kembali kepada NKRI.

Sehingga akhirnya pada tanggal 15 Agustus 1950 , Mr.Assaat kemudian menyerahkan kembali Jabatan yang pernah disandangnya yaitu sebagai Presiden Republik Indonesia kepada Ir.Soekarno , dengan begitu ada sebuah peristiwa Sejarah yang sangat penting yang pernah terjadi dalam kurun waktu 1945 - 1950 , dengan dikembalikannya lagi Jabatan Presiden Republik Indonesia kepada Ir.Soekarno itu menandakan bahwa Mr.Assaat pernah menjadi seorang Presiden RI dengan waktu singkat yaitu 9 bulan (27 Desember 1949 - 15 Agustus 1950) . Pada tanggal 16 Juni 1976 Mr.Assat tutup usia.

Dan ada suatu peristiwa unik dan penting yang terjadi pada saat Mr.Assaat memangku Jabatan sebagai Presiden Republik  Indonesia yaitu Ditanda tanganinya status pendirian Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai Universitas Pertama yang didirikan oleh Republik Indonesia . 

Menurut saya peristiwa Penandatanganan Status Pendirian Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai Universitas Pertama yang didirikan Republik Indonesia itu menadi bukti bahwa peran Mr.Assaat sangat penting bagi Negara ini dan tentunya UGM akan selalu mengingat terus Mr.Assaat . 

Mr.Asaat Presiden ke - 3 Republik Indonesia yang terlupakan , semoga Jasa dan Perjuanganmu mempertahankan Republik ini akan terus dan selalu dikenang.

Mr.Sjafruddin Prawiranegara dan Mr.Assaat adalah 2 Presiden yang pernah dimiliki oleh Indonesia , keduanya adalah salah tokoh penting dalam Sejarah bangsa ini  - keduanya pula pernah menyelamatkan Republik ini - dan keduanya pula terlupakan oleh bangsanya sendiri - Bangsa yang pernah mereka perjuangkan - Bangsa yang pernah mereka selamatkan. 

Mr.Sjafruddin Prawiranegara dan Mr.Assaat
kedua Presiden Republik Indonesia yang TERLUPAKAN dan DILUPAKAN
Mr.Sjafruddin Prawiranegara dan Mr.Assaat
 layak mendapatkan predikat Mantan Presiden Republik Indonesia
                                                     *****


Semoga kita selalu mengingat kata - kata yang pernah diucapkan oleh Presiden RI pertama Ir.Soekarno yaitu "JAS MERAH : JANGAN SEKALI - KALI MENINGALKAN SEJARAH"

JAS MERAH : Pidato Terakhir Bung Karno
Buku berjudul JAS MERAH

MERDEKA !!       MERDEKA !!       MERDEKA !!      MERDEKA !! 
                                                      *****



Selasa, 05 Januari 2016

Mr.SJAFRUDDIN PRAWIRANEGARA : PRESIDEN YANG TERLUPAKAN (1)


Sjafruddin Prawiranegara (Foto: masyumicentre.com)
Sjafruddin Prawiranegara mungkin bagi sebagian orang tak begitu mengenal siapakah sosok pria berkacamata ini?? Namanya juga tak setenar orang - orang yang pernah hidup di Era Presiden Soekarno . Namun sepak terjangnya tak diragukan lagi , beliau adalah Menteri Kemakmuran Republik Indonesia di Era Presiden Soekarno.

Beliaulah Sang Presiden Penyelamat Republik Indonesia , Sjafruddin Prawiranegara lahir di Serang pada tanggal 28 Februari 1911 , beliau memiliki darah keturunan Sunda dari pihak Ibu dan campuran Sunda Minangkabau dari pihak Ayahnya . Buyut dari pihak ayahnya Sutan Alam Intan masih keturunan Raja Pagaruyung di Sumatra Barat yang kemudian dibuang ke Banten dikarenakan terlibat Perang Padri.

Sjafruddin Prawiranegara tercatat pernah bekerja sebagai Pegawai Siaran Radio Swasta - Petugas Keuangan Belanda dan Menjadi Pegawai Departemen Keuangan Jepang sebelum akhirnya beliau menjadi Anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).

Pada tanggal 19 Desember 1948 (Agresi Militer Belanda II) Pemerintah Republik Indonesia jatuh ke tangan Belanda. Bung Karno dan Bung Hatta ditangkap dan kemudian di asingkan ke Pulau Bangka oleh Belanda , di dalam pembuangan tersebut Bung Karno diam - diam mengirimkan telegram kepada Sjafruddin Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai (Menteri Kemakmuran R.I)  yang berisikan mandat untuk segera membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra jika pemerintahan tidak bekerja dengan semestinya.

isi telegram itu berisi "Kami, Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari Minggu tanggal 19 Desember 1948 djam 6 pagi, Belanda telah mulai serangannja atas Ibu-Kota Jogyakarta. Djika dalam keadaan Pemerintah tidak dapat mendjalankan kewadjibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr Sjafruddin Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan Darurat di Sumatra," 

Saat itu Sjafruddin Prawiranegara langsung mengambil inisiatif untuk mengambil alih Pemerintahan karna mengalami Kekosongan (Vacuum Of Power) , Hingga pada akhirnya pada tanggal 22 Desember 1948 Sjafruddin Prawiranegara memproklamirkan berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI).

Berkat kesigapan ini , PDRI berhasil memaksa Belanda untuk berunding dan terjadilah Perjanjian Roem - Royen yang nantinya akan membebaskan Soekarno - Hatta dan kawan - kawan.

Suasana Perjanjian Roem - Royen
Isi Pejanjian Roem - Royen
Perwakilan dari Pejanjiaan Roem - Royen
Moh.Roem dan Dr.J.H van Royen
Kemudian pada tanggal 14 Juli 1949 PDRI menyerahkan kembali kekuasaan sementaranya kepada Republik Indonesia , dan secara otomatis usai sudah jabatan Sjafruddin Prawiranegara sebagai Presiden PDRI yang berjalan selama 8 bulan, selepas itu Sjafruddin Prawiranegara mengemban jabatan baru yaitu sebagai Menteri Keuangan pada bulan Maret tahun 1950.


Usai itu Sjafruddin Prawiranegara dikabarkan menjadi Pendakwah , yang pernah menjabat juga sebagai Ketua Korp Mubaligh Indonesia (KMI) , Kegiatan di hari tua nya itu tak berjalan mulus dikabarkan beliau seringkali dilarang naik ke Podium saat ingin berdakwah . Pada tanggal 15 Februari 1989 kabar duka menghampiri Bumi Pertiwi , salah satu anak bangsa meninggal dunia .. Sjafruddin Prawiranegara tutup usia di usia 78 tahun.

SEBUAH FILM DOKUMENTER TENTANG 
SJAFRUDDIN PRAWIRANEGARA
MILIK KOLEKSINYA YOUTUBE




"Sjafruddin Prawiranegara sang Penyelamat Republik Indonesia - Sjafruddin Prawiranegara Presiden Indonesia #2"


Semoga diharapkan para pembaca mengenali tokoh - tokoh bangsa ini yang mulai dilupakan oleh bangsanya sendiri. JAS MERAH - MERDEKA !!!


oleh : Bijak Cendekia Soekarno,-







Senin, 04 Januari 2016

SELAMAT JALAN GURU - MAESTRO DAN SENIMAN BESAR


EDHI SUNARSO Di Penghujung Usianya
Buat kalian yang tinggal di Jakarta , tentunya sudah tak asing donk dengan Bunderan Hotel Indonesia - Monas atau bagi yang aktivitasnya melewati Tugu Pancoran . 

Nah pernah gak terpikir , kira - kira siapa yaah yang membuat Patung - Patung yang berdiri Kokoh dan Monumen - monumen di Jakarta bahkan di kota - kota Indonesia ?? contohnnya :

Patung dan Monumen di Jakarta
1) Patung di tengah Bunderan Hotel Indonesia  (Patung Selamat Datang) 
2) Patung Diorama di Monumen Nasional (Monas)
3) Monumen Pembebasan Irian Barat
4) Monumen Pancasila Sakti - Lubang Buaya
5) Monumen Dirgantara (Tugu Pancoran)
6) Museum ABRI Satria Mandala
7) Museum Perhubungan (TMII)
8) Museum Keprajuritan Nasional (TMII)
9) Museum Purbawisesa

Patung dan Monumen di Surabaya
1) Museum Tugu Pahlawan 10 November
2) Monumen Pahlawan Samudera Yos Sudarso

Patung dan Monumen di Yogyakarta
1) Museum Benteng Vredenburgh

Patung dan Monumen di Bandung
1) Patung Jendral Ahmad Yani

Patung dan Monumen di Semarang
1) Tugu Muda 

Patung dan Monumen di Surakarta
1) Monumen Jenderal Gatot Subroto   

                                                    *****

Nah segala Patung dan Monumen yang tersebar di Indonesia sudah dibeberkan , sekarang pernahkah kalian berfikir dan merenung sejenak tentang siapakah tokoh dibalik pembuatan Patung dan Monumen tersebut?? 

Tulisan kali ini saya akan membahas tokoh penting di balik Pembuatan Patung dan Monumen yang tersebar di Indonesia . 

Tokoh tersebut bernama EDHI SUNARSO , beliau dilahirkan di Salatiga pada tanggal 2 Juli 1932. Pematung ini sangat terkenal dengan karya - karya nya yang dapat kita jumpai dan temukan di berbagai kota di Indonesia. Beliau adalah Pematung beberapa Monumen dan Diorama Sejarah , salah satunya adalah Patung / Monumen Selamat Datang di Bunderan Hotel Indonesia dan Diorama di Monumen Nasional di Jakarta.

Atas karya - karya nya beliau mendapatkan Penghargaan TANDA KEHORMATAN BINTANG BUDAYA PARAMA DHARMA.
Menurut catatan beliau juga terjun dalam dunia Pendidikan seperti :

                                         (Tahun 1958 - 1959)
- Staff Pengajar di Akademi Kesenian Surakarta
- Ketua Jurusan Seni Rupa di Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia ASRI Yogyakarta

                                         (Tahun 1967 - 1981)
- Tenaga Pengajar di Institut Kejuruan Ilmu Pendidikan (IKIP)

                                          (Tahun 1968 - 1984)
 - Tenaga Pengajar dan Asisten Ketua Bidang Akademik di Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia ASRI (STSRI) / Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

EDHI SUNARSO adalah pematung kepercayaan Bung Karno saat Jakarta baru menyandang dengan nama Ibu Kota. Jika kita mau memahami bahwa Pematung adalah bagian dari Seni .. ya Seni Rupa tentunya. Jika kita mencoba untuk menggabungkan Antara SENIMAN dengan BUNG KARNO tentu yang akan kita dapatkan adalah kata COCOK .

Ya .. siapa yang tak mengenal sosok Bung Karno , Presiden Republik Indonesia yang pertama , Presiden yang sangat gagah dan berani , Presiden yang sangat neces style nya , dan tentunya Presiden yang mempunyai kecintaan akan Seni :) . Dibalik sosoknya yang garang , galak , gagah , berani dan lantang jika sudah berada di Podium ternyata Bung Karno adalah sesorang yang mencintai seni , bahkan jika kita pernah mampir ke Istana Bogor maka kita akan menjumpai beberapa patung dan barang seni tentunya , juga dengan lukisan - lukisan.

Ya itulah Bung Karno :) , maka tak ada salahnya jika pada saat Jakarta sedang membangun diri sebagai Ibu Kota Negara Indonesia , Bung Karno menggaet para seniman - seniman untuk turut berkarya bagi Ibu Kota Negara dan diantara seniman - seniman yang di gaet oleh Bung Karno salah satunya adalah EDHI SUNARSO . 

Di tahun 1958 Edhi Sunarso dipanggil oleh Presiden Soekarno ke Istana Negara untuk  merancang patung penyambutan bagi para atlet utusan Negara peserta Asian Games. Bung Karno sangat perhatian terhadap setiap detailnya yang kelak akan menjadi cikal bakal dari Patung Selamat Datang di Bunderan Hotel Indonesia , bahkan Bung Karno sering sekali berkunjung berulang kali ke studio Edhi Sunarso di Jogja , hanya untuk memperagakan "Gaya Apa" yang cocok untuk di Patung Selamat Datang.

"Lambaian Tangan" Bung Karno
cikal bakal Patung Selamat Datang di Bundean H.I
Presiden Soekarno sedang memperagakan Bahasa Tubuh
yang kelak akan dibuat Patung Selamat Datang di Bunderan H.I
Bung Karno dengan Lambaian tanganya
yang kelak akan di jadikan Patung Selamat Datang di Bunderan H.I
Bung Karno dan Rombongan
Nampak dibelakang rombongan sebuah Miniatur Patung Selamat Datang
Patung Selamat Datang di Bunderan H.I
(Dok by : https://www.flickr.com/photos/48856944@N06/5874237588)
                                                        *****


Selain dipercaya untuk mengerjakan Patung Selamat Datang yang kini berdiri di tengah Bunderan Hotel Indonesia (Bunderan H.I) . Edhi Sunarso juga dipercaya oleh Bung Karno untuk mengerjakan Patung Pembebasan Irian Barat dan Patung Dirgantara atau biasa kita sebut dengan Patung Pancoran , serta karya - karya lainya seperti Diorama di Monumen Nasional (Monas) , Diorama Sejarah di Museum Lubang Buaya Dan Diorama Sejarah di Museum ABRI Satria Mandala.

Bung Karno tak pernah sekalipun luput untuk memantau terus Edhi Sunarso dalam melakukan pekerjaan tersebut , termasuk sketsa Patung Pembebasan Irian Barat yang dititipkan kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta (HENK NGANTUNG) saat itu.

Henk Ngantung (Wakil Gubernur DKI Jakarta)
era Presiden Soekarno
Henk Ngantung dilantik sebagai Gubernur DKI Jakarta
era Presiden Soekarno
Henk Ngantung bersama Presiden Soekarno
di suatu pertemuan

Bung Karno Presiden Pertama Republik Indonesia yang berjiwa seni , merakyat dan dicintai rakyatnya ini membuat Patung / Monumen agar rakyatnya diharapkan selalu mengingat perjuangan para pahlawannya , agar selalu mengingat perjuangan kita merebut kemerdekaan untuk Bangsa ini.

Namun kabar duka menghampiri Indonesia , menghampiri Dunia Seni Rupa , menghampiri Seniman Indonesia , Pada hari ini tanggal 5 Januari 2015 ,Telah tutup usia Bapak EDHI SUNARSO pada pukul 22.53 wib di Ruang ICU Internasional Hospital - Yogyakarta di usia 83 tahun , beliau dirawat sejak tanggal 31 Desember 2015 dengan keluhan sesak napas .

Sebelum meninggal Pematung Senior yang akrab dengan Bung Karno ini berpesan kepada keluarganya "Bapak ingin Griya Seni dan Karya Bapak bisa menginspirasi banyak orang , bermamfaat bagi banyak orang" ucap beliau . (info by : http://www.rappler.com/indonesia/117974-edhi-sunarso-meninggal-dunia-pematung-patung-pancoran-bunderan-hi)

Kini kita tak akan pernah lagi melihat wajah tua nya , wajah yang menggambarkan Indonesia , Wajah yang menggambarkan sejarah Indonesia di masa lalu , Wajah yang pernah berkarya untuk Indonesia

Sang Pematung yang pernah ditantang Nasionalisme nya oleh Bung Karno itu kini telah berpulang , menyatu bersama Karya - Karya Monumentalnya yang tak lapuk oleh usia dan waktu . Sudah sepantasnya kita jika ingin menjadi Bangsa yang besar tentunya harus bisa menghargai jasa para pahlawanya.


"SELAMAT JALAN DAN "SELAMAT DATANG" DI KEHIDUPAN YANG ABADI DISANA ... EYANG - BAPAK - GURU - SANG PEMATUNG SENIOR - SENIMAN BESAR INDONESIA - SANG MAESTRO EDHI SUNARSO"

Oleh : BIJAK CENDEKIA SOEKARNO



BERIKUT FILM DOKUMENTER KOLEKSINYA YOUTUBE 
TENTANG SANG SENIMAN BESAR EDHI SUNARSO



BERIKUT FOTO - FOTO HASIL KARYA 
SANG SENIMAN BESAR EDHI SUNARSO
(http://archive.ivaa-online.org/khazanahs/detail/717)















Semoga tulisan yangsaya buat ini bermamfaat bagi khalayak umum , dan semoga kita bisa lebih menghargai jasa para pahlawan kita . Lestarikan Peninggalan Sejarah Kita ..MERDEKA !!!








YUDHA SENTIKA SAHABAT YANG TAK PERNAH KEMBALI


Siapa yang tak mengenal Gunung Kerinci yang terletak di Kabupaten Kerinci - Provinsi Jambi, Gunung ini memiliki ketinggian 3.805 mdpl dan adalah Gunung imni dinobatkan sebagai gunung tertinggi ke 2 setelah Puncak Cartenz .

Dibalik gagahnya Gunung Kerinci , tentunya setiap daerah memiliki cerita rakyat atau kearifan lokal yang harus kita hormati tentunya , karena pepatah orang dulu mengatakan "DIMANA BUMI DIPIJAK - DISITU LANGIT DI JINJING" 

Jika kalian pernah melakukan Pendakian ke Gunung Kerinci tepatnya jalur setelah Shelter 3 yang berupa seperti lorong yang kemudian kalian akan melihat dataran yang luas , dataran itu nyaris mirip seperti Pasar Bubrah di Gunung Merapi , namun bedanya bebatuan di Sekitar ini tidak besar - besar seperti di Pasar Bubrah - Gunung Merapi . Disana kalian akan menemukan sebuah In Memoriam yang bernama YUDHA SENTIKA , In Memoriam itu sering disebut dengan Tugu Yudha , Tugu Yudha didirikan untuk memperingati seorang Pendaki bernama YUDHA SENTIKA yang dikabarkan hilang di daerah tersebut . 

Tak banyak yang tau tentang kisah seorang Pendaki yang bernama YUDHA SENTIKA ini , tapi menurut kisah yang saya baca dari berbagai sumber , saat itu YUDHA SENTIKA masih berusia 17 tahun saat mendaki Gunung Kerinci saat dalam keadaan turun YUDHA tiba - tiba menghilang diantara kabut , teman - teman sependakianya pun mencari hingga ke dalam tenda , namun hingga saat ini YUDHA SENTIKA tidak ditemukan , jika sudah meninggal Jasadnya pun juga tak ditemukan sampai detik ini .Berikut foto - foto koleksi pribadi saya tentang Tugu YUDHA SENTIKA dan didukung oleh foto - foto yang tersebar di internet.


Kondisi Terakhir
TUGU YUDHA SENTIKA - Desember 2015
(Koleksi Pribadi)
TUGU YUDHA SENTIKA
http://www.jijihans.com/2014/08/pendakian-gunung-kerinci-jambi.html
TUGU YUDHA SENTIKA
https://jimzzz.wordpress.com/2012/08/30/mendaki-gunung-kerinci/
Yudha Sentika seorang sahabat yang pulang terlebih dahulu - sebelum pesta usai , kami akan senantiasa mendoakanmu kawan . Salam Lestari !!








Jumat, 01 Januari 2016

7 SPOT KEREN DI GUNUNG UNGARAN

Gunung Ungaran terletak di sebelah selatan - barat daya Kota Semarang dengan jaarak kurang lebih 40 km atau lebih tepatnya di Kabupaten Semarang . Gunung ini mempunyai tiga buah Gunung yaitu:
1) Gunung Gendol
2) Gunung Botak
3) Gunung Ungaran

Dan tercatat Puncak Tertinggi Gunung Ungaran memiliki ketinggian 2.050 mdpl , Gunung Ungaran mempunyai 3 Jalur Pendakian , yaitu : 
1) Jalur Candi Gedong Songo 
2) Jalur Jimbaran
3) Jalur Medini 

Dari ketiganya yang menjadi jalur favorit bagi para pendaki ialah Jalur Candi Gedong Songo dan Jalur Jimbaran.

Nah kali ini saya akan mengulas 7 Spot Keren di Gunung Ungaran... silahkan mencoba gaess !!